Sabtu, 11 April 2009

Pemkab Selayar Siap Mendukung Pemilu 2009


Pemerintah Kabupaten kepulauan Selayar ( Bagian Kesbang ) bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan sosialisasi Pemilihan Umum.. Dilakukannya sosialisasi ini karena tata cara pelaksanaan pemilihan umum agak berbeda dengan pemilu sebelum. Kalau pemilu sebelumnya digunakan dengan cara mencoblos sekarang kita gunakan dengan cara menandai ( Centang ). Cara Centang baru pertama kali digunakan sehingga banyak orang yang mengkhawatirkan bahwa pemilu 2009 akan banyak surat suara yang batal atau tidak sah. Untuk itu diperlukan sosialisasi agar kita dapat menekan seminal mungkin surat suara yang batal atau tidak sah. . Hal itu disampaikan Kepala Bagian Kesatuan Bangsa Drs. Hisbullah Kamaruddin sebagai pengantar dihadiri H. Saiful Arif, SH dan Muh. Darwis. Serta para peserta sosialisasi bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Kepulauan Selayar Selasa ( 13 – 1 ) pagi.
Asisten Tata Praja H. Saiful Arif, SH mengatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara pemilu tidak akan berhasil tanpa dukungan dari seluruh masyarakat. Oleh karena itu untuk menyukseskan pemilihan umum 2009 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah memberikan dukungan dana dengan menyiapkan anggaran dalam APBD tahun 2009. Bukan hanya itu tapi pemerintah juga telah membantu KPU dalam pemutahiran data penduduk. Dari data penduduk KPU sudah dapat menentukan jumlah pemilih dan wilayah daerah pemilihan. Pemilihan umum 2009 juga rawan komplik antar pendukung maupun antar calon untuk itu pemerintah juga telah menyiapkan petugas keamana baik dari Polres, Kodim, Sat Pol PP maupun Linmas.
Dikatakannya setiap warga negara yang telah memenuhi syarat mempunyai hak asasi dalam menentukan pilihannya. Hak asasi yang dimiliki seseorang tidak boleh dipaksakan kepada orang lain. Karena ketika kita paksakan kehendak kita kepada orang lain dalam menentukan pilihan berarti kita sudah melanggar hak asasi orang lain.
Pemilihan umum tinggal hitungan hari. Pemilu dapat dikatakan sukses kalau 80 % dari jumlah pemilih yang menggunakan haknya suaranya Untuk itu diharapkan agar dapat mensosialiisasikan kepada keluarga, tetangga dan masyarakat. Sehingga pemilihan umum 2009 dapat berjalan luber dan jurdil tanpa menemui kendala.
Menurut Muh. Narwis . ada 3 cara yang dianggap sah dalam menentukan pilihan. Yang pertama menandai pada tanda gambar Partai, kedua menandai di Nomor urut calon dan Ketiga menandai didalam nama Calon. Salah satu diantara ketiga yang kita tandai sudah dianggap sah. Namun yang paling dianggap sah apabila kita menandai di nama calon Sebab dalam perhitungan nanti jumlah suara terbanyak yang akan menjadi calon anggota legislatif pada suatu wilayah daerah pemilihan. Bukan berdasarkan nomor urut lagi. Inilah perlunya kita melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami caranya. Muda – mudahan pada hari H nya nanti kita tidak lagi banyak surat suara yang batal atau tidak sah.

Menyusuri Potensi Wisata Bumi Tanadoang


Kabupaten Selayar mempunyai potensi dan keindahan laut yang cukup manakjubkan yang dikenal dengan wisata bahari Taman Nasional bawah Laut Taka Bonerate tepat berada di Laut Flores dengan jarak 79-206 mil bagian Selatan Kabupaten Selayar, terdapat karang atol terbesar ketiga di dunia. Dan konon merupakan salah satu yang terindah di seluruh belahan bumi. Taka Bonerate yang berarti “timbunan karang di atas pasir” ini memilki keaneka-ragaman biota laut cukup tinggi, terdiri dari terumbu karang, ikan, moluska dan ekinodermata. Adapula empat jenis penyu yang dilindungi undang-undang, di antaranya yang sering ditemukan ialah penyu hijau (chelonia mydas) dan penyu sisik (erctmochelis imbricata).

Dikepulauan Taka Bonerate terdapat beberapa jenis flora dan fauna yang hidup bebas. Flora misalnya didominasi oleh pohon kelapa, ketapang, waru laut, pandan laut dan cemara.

Sedangkan untuk fauna laut terdapat beberapa spcies seperti ikan kerapu, cakalang, napoleon utase, baronang, ikan tangeri dan beberapa species lainnya. Selain itu, di Selayar juga terdapat berbagai obyek wisata pantai yang cukup manarik, wisata alam, serta wisata sejarah. Kesemuanya dikemas secara alami dan setiap saat bisa dinikmati oleh siapa saja yang berkunjung ke Selayar terbilang kecil hingga memudahkan untuk berpindah dari satu obyek ke obyek lainnya. Dalam perjalanan, tamu dapat menyaksikan berbagai obyek wisata agro semisal perkebunan jeruk, cengkeh, dan vanili. Kedatangan wisatawan senantiasa disambut dengan lambaian nyiur di sepanjang pantai Selayar.

Ecological Monitoring of Selayar


Selayar Regency is one of the new COREMAP locations, which administratively belongs to the Province of South Sulawesi, and is composed of several island groups. With this kind of condition the Local Government decided on having the “Maritime Regency” as the vision of the regency, with tourism and fisheries as the most important sectors to be developed. However, the inhabitants are still agrarian oriented. Therefore hard work has to be done to change their daily habits from working their lands into working the marine environment as a new working ground.

The enormous marine natural resources, if incorrectly managed, will only give temporary benefits. Uncontrolled exploration of the marine resources will only have negative effect to Selayar Regency waters.

The coral reef ecological baseline study was carried out in 2006. The research in 2007 is an activity to monitor coral reef health at the permanent transects location that was chosen during baseline study. It is hoped that the collected data could be used by stakeholders in the management and preservation of coral reef ecosystem and that the monitored data be used as comparison notes to evaluate CORE-MAP success.

The study is conducted at COREMAP Phase II working site in the Selayar Regency, i.e. along the western coast of Selayar Island (from the northern tip until southern part) and Pasimasunggu Island (Tanahjampea Sub-district). The study is carried out in November 2007 involving Jakarta CRITC (Coral Reef Information and Training Centre) staff, assisted by Makassar and Selayar Regen-cy CRITC staff. The purpose of study is to observe the coral reef condition at permanent transect locations, such as the coral cover, abundance of mega-benthos, as well as the coral fish.

Results:

*
A number of 85 species of stony corals belonging to 13 genera are identified.
*
No siginicant difference is observed between live coral cover (LC) of 2006 (LC=33.48%) and LC of 2007 (LC=33.91%).
*
A change in percentage cover is only observed for the categories dead corals (DC) and other biota (OT).
*
Statistically the change of CMR (mushroom coral and Fungia spp.) from 948 individuals/ha (2006) to 836 individuals/ha (2007) is insignificant.
*
During 2007 a number of 107 individuals/ha “small giant clams” emerged, that was absent in 2006.
*
UVC result identified 273 coral fish species belonging to 33 genera, with an abundance of 22,020 individuals/ ha.
*
Although a decreas in coral fish abundance occurred in 2007, but the decrease is insignificant.
*
The most abundant economic important fish is Pterocaesio tile (Caesionidae), with an abundance of 931 individuals/ha.
*
Most abundant among the major fish group is Archamia zosterophora (Apogonidae), with an abundance of 1,429 individuals/ha, while the most abundant indicator fish is Chromis tematensis (Apogonidae) with an abundance of 957 individuals/ha.
*
The ratio between major fish, target fish, and indicator fish is 8: 3: 1.

Conclusion:

*
Based on statistical analysis the coral cover does not differ significantly between 2006 (LC=33.48%) and 2007 (LC=33.91%).
*
Among the mega-benthos, the “small giant clam” does differ significantly.
*
Although abundance of coral fish decreased in 2007, but the decrease is insignificant.

Pengembangan Pariwisata Selayar Diseminarkan


Dinas Pariwisata Seni dan Kabudayaan (Disparsenibud) Kabupaten Kepulauan Selayar, bekerjasama Akademi Pariwisata (Akpar) Makassar belum lama ini telah melakukan program seminar sehari terkait masalah pengembangan kepariwisataan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Rombongan Akpar Makassar dipimpin langsung Pembantu Direktur II, Dr Komang Maha Wira, di dampingi Heri Rahmat Wijaya S Sos M Par, Zainuddin SH MM, Syamsu Rijal S Sos, MPd.
Seminar awal tersebut diselenggarakan dalam rangka penyusunan Revisi Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kabupaten Kepulauan Selayar, sekaligus sebagai inventarisasi Pariwisata Selayar yang akhirnya akan menuju kepada kesejahteraan masyarakat Selayar, demikian diungkapkan Ir Ma'ruf Tato, Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar saat ditemui Varia Selayar di ruang kerjanya.
Pembantu Direktur II Akpar, Dr Komang Maha Wira, mengatakan, bila dilihat secara destanasi pada tahun 2005 Taman Nasional Laut Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar ditargetkan akan masuk sebagai kawasan pengelolaan, hanya yang perlu dipertegas jangan sampai fenomena yang ada di Kepulauan Selayar ini, sama dengan fenomena yang ada di Indonesia, tandas Mantan Kadis PU Kabupaten Kepulauan Selayar.

Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km².

Topografi kawasan sangat unik dan menarik, dimana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Diantara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.

Tumbuhan yang terdapat di daerah pantai didominasi oleh kelapa (Cocos nucifera), pandan laut (Pandanus sp.), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan ketapang (Terminalia catappa).

Terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili diantaranya Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Porites cylindrica, Pavona clavus, Fungia concinna, dan lain-lain. Sebagian besar jenis-jenis karang tersebut telah membentuk terumbu karang atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef). Semuanya merupakan terumbu karang yang indah dan relatif masih utuh.

Terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu (Epinephelus spp.), cakalang (Katsuwonus spp.), napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), dan baronang (Siganus sp.).

Sebanyak 244 jenis moluska diantaranya lola (Trochus niloticus), kerang kepala kambing (Cassis cornuta), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), kima sisik (Tridacna squamosa), kerang mutiara (Pinctada spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).

Jenis-jenis penyu yang tercatat termasuk penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang (Dermochelys coriacea).
Sebanyak 15 buah pulau di Taman Nasional Taka Bonerate dapat dilakukan kegiatan menyelam, snorkeling, dan wisata bahari lainnya.

Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Mengg-gunakan bis dari Makassar ke Bulukumba (153 km) dengan waktu tempuh lima jam, kemudian ke pelabuhan Pamatata Selayar dengan ferry sekitar dua jam, yang dilanjutkan ke Benteng sekitar 1,5 jam. Dari Benteng ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil menggunakan kapal kayu sekitar lima jam.
Dinyatakan ----
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No.280/Kpts-II/1992
Luas 530.765 hektar
Ditetapkan ----
Letak Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan

Temperatur perairan 28° - 32° C
Salinitas 34 – 35 °/00
Kecerahan 80 – 100 %
Oksigen terlarut 4,5 – 6,0 ppm
Pasang surut 1 – 1,5 meter
Kecepatan angin 33 - 50 cm/detik
Musim Barat Januari s/d Maret
Musim Timur Juli s/d September
Letak geografis 6°16’ - 7°06’ LS, 120°54’ - 121°25’ BT

Menatap Indahnya Panorama Taman Nasional Laut Taka Bonerate



BERENANG, menyelam, snorkeling, dan memancing, adalah aktivitas menyenangkan di Taman Laut Takabonerate. Taman laut ini memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia, terumbu karang yang sehat dan indah, dan kaya akan fauna laut.

Lokasi Obyek
Taman Laut Takabonerate terletak di Kepulauan Selayar, sekitar 25 kilometer dari Benteng, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Selayar, atau 300 kilometer dari Kota Makassar.

Gambaran Umum
Taman Laut Takabonerate adalah sebuah area yang masih terjaga kelamiannya. Sepanjang mata memandang hanya laut yang biru hamparan karang yang terlihat menyembul. Pulau-pulau di sekitarnya tampak hijau dengan berbagai ragam tumbuhan serta memiliki pantai landai berpasir putih.

Taman laut ini memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Maldives. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 kilometer persegi.

Ada 261 jenis terumbu karang yang telah teridentifikasi dari 17 famili. Indah berwarna-warni di dasar laut dan menjadi tempat berbagai macam ikan hias. Sebagian besar jenis karang tersebut telah membentuk terumbu karang atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef). Semuanya tumbuh dengan sehat.

Sedangkan tumbuhan yang terdapat di daerah pantai didominasi oleh kelapa (cocos nucifera), pandan laut (pandanus sp.), cemara laut (casuarina equisetifolia), dan ketapang (terminalia catappa).

Terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi, seperti kerapu, cakalang, napoleon wrasse, dan baronang. Jenis-jenis penyu yang tercatat adalah penyu sisik, penyu hijau, dan penyu lekang.

Ada pula 244 jenis moluska, di antaranya lola, kerang kepala kambing, triton, batulaga, kima sisik, kerang mutiara, dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).

Ada 15 buah pulau di Taman Laut Takabonerate. Di pulau-pulau itu tersedia penginapan milik penduduk setempat. Panorama sunset dan sunrise sangat menakjubkan dilihat dari pulau-pulau itu.

Musim Kunjungan Terbaik
Bulan April sampai Juni dan Oktober sampai Desember.

Akses
Untuk sampai ke lokasi taman laut, wisatawan harus melalui Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Selayar, Benteng. Ada dua cara menuju benteng, yaitu dengan pesawat terbang dan dengan bus.

Dengan pesawat terbang, terdapat penerbangan perintis dengan pesawat Casa dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju Bandara Haji Aroepala, Benteng. Lihat penerbangan printis.

Sementara dengan bus, wisatawan naik dari Terminal Mallengkeri, Makassar, menuju Pelabuhan Fery Bulukumba. Lalu menyeberang ke Pelabuhan Fery Pamatata. Dari Pamatata perjalanan darat dilanjutkan ke Benteng.

Dari Benteng menuju ke Pulau Rajuni Kecil sebagai pulau terdekat di wilayah Taman Laut akabonerate. Perjalanan membutuhkan waktu lima jam dengan kapal kayu.

Informasi Bus ke Selayar

P.O. Marga Wijaya
Jl. Kerung-kerung No.16 MakassarTelp. (0411) 449575
Jl. K. H. Ahmad Dahlan No.8 Benteng, Selayar Telp. (0414) 21178

P.O Aneka
Jl. Kerung-kerung No.19 Makassar Telp. (0411) 421472
Jl. K. H. Hayyung No. 87 Benteng, Selayar Telp. (0414) 22489

P.O Mahkota
Jl. Maccini tengah No. 67 Makassar Telp. (0411) 449835
Jl. K. H. Hayyung No.23 Benteng-SelayarTelp. (0414) 21683

Sumber Mas
Jl. Maccini Tengah No.67 Makassar Telp. (0411) 449835
Jl. K. H. Hayyung No.23 Benteng-Selayar Telp. (0414) 21684

P.O Galang Perdana
Jl. Maccini Tengah No.53 Makassar Telp. (0411) 455213
Jl. K. H. Hayyung No.91 Benteng-Selayar Telp. (0414) 21683

P.O Nusa Mukti
Jl. Maccini Tengah No.47 Makassar Telp. (0411) 455213
Jl.Lango-lango No.2 Benteng-Selayar Telp. (0414) 21688/21305

P.O Sumber Baru
Jl. Kerung-kerung No.5 Makassar Telp. (0411) 435601
Jl. K. H. Hayyung No. 5 Benteng-Selayar Telp. (0414) 21167

Senin, 06 April 2009

ETOS KERJA BISA MERUBAH NASIB

Tidak akan berubah suatu nasib seseorang kalau dia sendiri yang tidak mau merubahnya. Memang berat untuk merubah Selayar dari ketertinggalannya karena diantara 23 Kabupaten / Kota di Sulawesi Selatan hanya satu satunya Kabupaten Kepulauan Selayar yang terpisah dari daratan Sulawesi Selatan. Olehnya itu memang memerlukan perjuangan yang berat untuk merubah Selayar. Walaupun sudah banyak yang kita lakukan untuk keluar dari predikat tersebut, Selayar tetap menyandang predikat dari ketertinggalannya. Tapi kita sudah mampu keluar dari keterisolasiannya. . Demikian sambutan Bupati Kepulauan Selayar H. Syahrir Wahab pada acara Silaturrahmi dengan masyarakat Gantarang Lohe Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Jum’at ( 30 – 1 0 siang.
Bupati Kepulauan Selayar H. Syahrir Wahab mengatakan bahwa penyebab dari ketertinggalan kita adalah rendahnya sumber daya manusia dan etos kerja yang rendah. Sumber daya alam kita sangat melimpah. Hanya saja kita belum manfaatkan secara optimal. Banyak potensi yang bisa kita kembangkan tapi kenyataannya tidak. Hal ini disebabkan karena etos kerja masyarakat yang rendah. Coba lihat di Bantaeng lautnya sudah penuh ditanami rumput laut. Kita di Selayar sudah dibelikan tali, disiapkan bibit rumput laut dan segala macam belum juga membangkitkan semangat untuk membudidayakan rumput laut. Padahal keuntungan yang bisa diperoleh dari budi daya rumput laut sangat banyak. Tapi karena memang etos kerja yang rendah. Lahan untuk budi daya rumput laut dibiarkan begitu saja.
H. Syahrir Wahab mengatakan untuk bisa keluar dari predikat daerah tertinggal maka seluruh masyarakat Selayar harus merubahnya. Sebab tidak mungkin orang lain atau daerah lain yang akan merubah nasib kita.. kita sendiri atau masyarakat Selayar sendiri yang bisa merubahnya dengan jalan meningkatkan etos kerja.
Dikatakannya memasuki tahun keempat kepemimpinan Saya sudah banyak yang sudah kita lakukan namun belum juga mampu kita keluar dari predikat daerah tertinggal. Olehnya itu Saya berharap agar seluruh masyarakat dapat meningkatkan etos kerja dalam mengelola seluruh potensi yang ada disekelingnya. Karena hanya demikian yang dapat merubah nasib keluar dari daerah tertinggal. Dengan penghasilan yang besar dalam setiap rumah tangganya akan dapat mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran. Akhirnya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.
Mengakhiri sambutannya Bupati Kepulauan Selayar meminta kepada Camat Bontomanai Drs. Alifyanto dan Kepala Desa Bonea Makmur Saparuddin agar memiliki kepekaan terhadap masyarakatnya. Jangan tinggal diam. Kalau ada persoalan agar cepat melapor supaya dapat segera ditangani. Hari ini baru saya mendengar tanaman pala yang gugur buanya. Ini perlu diteliti. Sebab yang biasa terjadi kalau daunnya yang gugur. Tapi sekarang buahnya yang gugur.Ini peristiwa yang langkah terjjadi. Kalau Tenaga penyuluh kita tidak mampu menanganinya kita lapor ke Dinas Pertanian Tingkat propinsi.