Senin, 20 April 2009

Selayang Pandang Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate I. Taka Bonerate, apa dan dimana?




A. Nomenaklatur Taka Bonerate
Taka Bonerate sebuah kepulauan disisi selatan semenanjung Sulawesi dan pulau Selayar, dengan nama baku “Kepulauan Macan”. Pada zaman kerajaan Bone kawasan ini dinamakan Bone Riattang (artinya kerajaan Bone di sebelah selatan atau gundukan pasir di sebelah selatan). Pada zaman kerajaan Gowa disebut Bone Irate (artinya kerajaan Gowa di sebelah selatan ataupun gundukan pasir di sebelah selatan), atau ada pula yang mengartikan Taka Bonerate sebagai “hamparan karang di atas pasir”. Nama kepulauan macan diberi berbagai interpretasi makna yang berlainan. Interprestasi yang dinilai logis menghubungkan nama tersebut dengan bentuk kawasan beserta letak Taka di dalamnya yang menyerupai gigi macan yang tajam dan cukup rapat.menyiratkan sebuah peringatan bagi manusia, yaitu bagi siapapun yang ingin masuk ke kawasan ini harus mengenal dulu kepulauan tersebut. Bila tidak maka orang tersebut akan sulit keluar, karena diandaikan sudah berada di dalam mulut macan.
Penamaan pulau-pulau, taka-taka dan gusung yang membentuk kepulauan macan, sekarang di sebut “Kawasan Taka Bonerate” bukan sekedar nama, melainkan mengandung makna sehubungan berkaitan dengan sumber daya yang dikandungnya dan peristiwa-peristiwa sejarah, sosial ekonomi serta politik masyarakat masa lalu.

B.Letak dan Luas.
Taka Bonerate secara geografis terletak di laut Flores pada 12055’-12125’BT dan 620’-710’LS. Secara administratif berada dalam wilayah kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan.
Kawasan ini ditetapkan sebagai Taman Nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.280/Kpts/II/1992, tanggal 26 Februari 1992. Luas kawasan 530.765 ha terdiri dari 21 gugusan pulau kecil, puluhan taka dan bungin membentuk lingkaran menyerupai tapal kuda, dikenal sebagai atoll. Kawasan ini ditetapkan selain karena tingkat keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi juga karena merupakan terumbu karang atoll terbesar ketiga di dunia (Nontji,1997) seluas 220.000 ha setelah atoll Kwajifein di kepulauan Marshall dan atoll Suvadiva di Maldives.

II. Karakteristik kawasan

A.Kondisi dan Potensi non Biotic Fisik
1. Batimetri dan topografi
Batimetri perairan kawasan TNL Taka Bonerate sangat khas di daerah sebelah timur Kabupaten Selayar tidak terdapat daratan benua (continental slope), sehingga terjadi pertemuan langsung pesisir dasar laut dengan lereng benua. Hal ini menyebabkan kondisi batimetri di sekitar paparan TBR sangat terjal dimana atoll TBR dibatasi oleh paparan yang berkedalaman 200 meter dan pada tepi paparan pedalaman perairan mengalami penurunan drastis hingga kedalaman 1500-2000 meter.
Topografi daratan utama sangat unik dan menarik, dengan atoll yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas membentuk gugusan pulau yang cukup banyak. Selat-selat yang sempit, dalam dan terjal mengantarai pulau-pulau dan gosong karang.
Pada bagian permukaan rataan terumbu karang banyak terdapat gobah yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang.pada saat air surut terendah akan tampak seperti daratan kering yang diselingi oleh genangan air membentuk kolam-kolam kecil (tide pool). Kedalaman perairan sangat bervariasi mulai dari 2-3 meter (pada rataan terumbu) sampai pada kedalaman 200 meter di dalam kawasan.
Pulau-pulau yang ada di wilayah Taka Bonerate berada pada ketinggian sekitar 2 - 4 meter dari permukaan laut. Sebagian besar memanjang dari utara ke selatan dengan panjang antara 200-2000 meter, dengan lebar antara 50-1000 meter. Bentuk wilayah datar dengan tekstur tanah pasir berlempung dan tanpa topografi yang berarti (RPTN, 1997).

2.Geologi.
Taka Bonerate terletak di antara lengan selatan Sulawesi dan pulau Flores, bersama dengan gugusan pulau bonerate menempati area yang memiliki sifat geologi yang masih memiliki kemiripan dengan mandala Sulawesi Selatan namun berbeda dengan mandala vulkanik aktif Flores. Sesar berarah utara barat laut-tenggara melintas di sisi barat daya Taka Bonerate di perkirakan sebagai kelanjutan sesar penting di Sulawesi Selatan berarah utara-selatan yang teramati melintas ujung tenggara Sulawesi Selatan (Bira) melintas di timur Selayar.
Benteng alam sebagai pseudo atoll dan letak paparan dan landas kontinendi atas paparan benua berada menjadikan Taka Bonerate sebagai tonggak (deep stick) di laut Flores pseudo atoll dan letak paparan serta landas kontinen diatas paparan benua berada menjadikan Taka Bonerate sebagai tonggak di laut Flores.

3.Klimatik
Kondisi klimatik kawasan Taka Bonerate pada umumnya beriklim basah tropic khatulistiwa dengan empat bulan basah dan lima bulan kering.serta dipengaruhi musim angin barat, musim angin timur dan masa peralihan atau pancaroba. Tingkat kelembaban rata-rata bulanan sebesar 88% dengan suhu rata-rata 36% c. Kawasan ini dipengaruhi oleh musim angin barat, angin timur dan panca roba. Musim angin barat terjadi sekitar bulan Januari - Maret, biasanya diikuti dengan angin kencang sehingga dapat menimbulkan gelombang laut yang besar. Musim angin timur terjadi pada bulan Juli - September biasanya diikuti musim kemarau dan kurangnya kecepatan angin menimbulkan gelombang angin yang agak tenang. Musim pancaroba (peralihan) terjadi antara bulan April-Juni dan bulan Oktober-Desember. Keadaan laut pada musim ini tidak bisa di duga sewaktu-waktu gelombang laut tenang dan kadang-kadang menjadi besar.(R PTN, 1997)

4. Hidrologi
Pada seluruh kawasan TN Taka Bonerate tidak terdapat sungai dan danau, dengan kata lain tidak terdapat air tawar permukaan. Air tanah permukaan yang di pergunakan oleh masyarakat memiliki kualitas yang tidak layak untuk di konsumsi tanpa perlakuan khusus terlebih dahulu. Sumber-sumber air tawar penduduk adalah dari air hujan dan air yang di datangkan dari luar kawasan.

5.Oseanografi
5.1Oseanografi fisika
a. Pasang surut
Jenis pasang surut kawasan TBR adalah campuran condong Dominan Ganda (Mixed-Tide Prevailing Semidiurnal) atau dalam sehari semalam terjadi dua kali air pasang, dengan nilai rata-rata muka air (MSL) berada dalam interval 200 cm-250 cm. (YKL-indonesia, 2001).

b. Arus
Pola arus global di kawasan TBR umumnya sangat di pengaruhi oleh kondisi musim. Saat musim barat, arus dipermukaan di kawasan mengalir kearah timur dengan kecepatan 33-35cm/det. Pada awal musim timur (April) arus permukaan mengalir kearah barat dengan kecepatan lemah,138cm/det (RPTN, 1997). Saat musim timur ini arus permukaan semakin meningkat dan kecepatan maksimum pada bulan Juni, sekitar 75cm/det yang mengalir kearah barat.akhir musim timur (Oktober) kecepatan arus menurun mengalir kearah barat dengan kecepatan 25-38cm/det (RPTN, 1997)

c. Ombak
Kawasan TBR yang terletak di laut Flores yang secara geografis berhadapan langsung dengan laut Jawa di sebelah barat dan laut Banda di sebelah timur, menyebabkan kawasan ini diterjang ombak yang dibangkitkan oleh angin. Akibat hembusan angin musiman maka kawasan TBR menerima hempasan ombak yang berubah-ubah sesuai dengan arah hembusan angin/musim
Pada musim timur angin berkecepatan rendah sehingga tinggi ombak tidak lebih dari 1 meer, sebaliknya pada musim barat angin berkecepatan tinggi dan dengan jarak tanpa rintangan besar, menyebabkan ombak yang tinggi dan dapat mencapai 2 meter.

d. Suhu dan Salintas
Suhu permukaan perairan di kawasan TBR juga sangat dipengaruhi oleh musim. Suhu permukaan laut kawasan TBR berkisar antara 26,7-29 c. Suhu permukaan pada bulan Mei mulai menurun hingga Agustus yang mencapai minimum 26,7 c. Suhu permukaan mulai naik pada bulan September dan mencapai maksimum 29 c pada bulan Desember. Pada waktu puncak musim barat (Januari) temperature turun lagi sampai bulan Februari, kemudian naik lagi pada bulan Maret hingga Mei. Selintas adalah presentase bagian padat di dalam air laut. Kisaran sanilitas air laut dikawasan TN TBR adalah antara 31,9-34,4 ppt dengan rata-rata variasi salinitas tahunan pada musim timur bertambah satu, 5 ppt dan 3 ppt pada musim barat. Variasi tersebut terjadi karena arus musiman.pada awal musim barat massa air dengan salinitas rendah, mengalir dari laut Jawa kelaut Flores yang mereduksi salinitas, tetapi hanya 0,53 ppt. Pada musim timur massa air dari laut Banda dengan salinitas tinggi mengalir ke laut Flores menyebabkan salinitas dikawasan TBR meningkat.
Salinitas minimum terjadi pada bulan Maret sedangkan pada bulan April salinitas naik dan mencapai pada bulan Oktober.


5.2.Oseanografi Kimia
a. Kadar Disksolved Oksigen (DO)
Oksigen terlarut (DO) merupakan kebutuhan vital bagi kelangsungan hidup bagi organisme suatu perairan.oksigen terlarut dimanfaatkan oleh organism perairan melalui respirasi untuk pertumbuhan, reproduksi dan kesuburan. Menurutnya kadar oksigen terlarut dapat mengurangi efisiensi pengambilan oksigen oleh biota laut, sehingga dapat menurunkan kamampuan untuk hidup normal dalam lingkungan hidupnya.
Kadar oksigen terlarut berada pada kisaran nilai antara 1,44-2,76 ppm. Kadar oksigen terlarut ini menunjukkan parairan Taka Bonerate memiliki suplai oksigen yang cukup untuk proses respirasi baik untuk karang maupun hewan lain.

b. Kadar Biochemical oxygen demand (BOD)
Biochemical Oxigen Demand (BOD) merupakan ukuran bahan yang dapat dioksodasi melalui proses biokimia, atau merupakan gabungan beberapa efek pemakaian oksigen kedalam suatu variable. BOD sebagai limbah adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menstabilkan bahan organic.
Kadar BOD pada kawasan TBR berada pada kisaran nilai antara 0,16-1,48 ppm. Nilai ini menunjukkan perairan Taka Bonerate mempunyai kemampuan merubah bahan organic cukup tinggi, sehingga tidak terjadi akumulasi bahan organic di perairan.

c. Kadar COD (Chemical Oxygen Demand)
Kandungan COD berkisar 28-88 ppm. Bahan organic yang masuk ke lingkungan laut umumnya berasal dari limbah pemukiman, dan kadar COD pada kawasan TBR masih dalam batas toleransi.

d. Kadar TSS (Total Suspended Sedimen)
Kawasan TBR memiliki TSS sekitar antara 0,54-2,45 ppm, rendahnya nilai TSS perairan akibat tidak adanya sumber padatan yang masuk ke perairan dari daratan.

e. Kadar Kabonat
Karbonat merupakan bentuk senyawa karbon yang terkait dalam perairan air laut dan berfungsi sebagai penyanggah perairan laut agar tetap basah sehingga proses kalsifikasi dalam pertumbuhan terumbu karang tetap berlangsung. Kadar karbonat pada kawasan TN TBR berkisar antara 288-576 ppm. Tingginya kadar karbonat pada perairan Taka Bonerate berkaitan dengan kemampuan perairan mengoksidasi senyawa organic dimana peristiwa ini menghasilkan senyawa karbon terikat.

f. Kadar Nitrat
Nitrat merupakan hasil akhir oksidasi nitrogen dalam air laut. Pada kadar oksigen tinggi.bentuk nitrat akan lebih banyak ditemukan sebagai senyawa mikro nutrient nitrat yang mengontrol produktivitas lapisan permukaan.
Kadar nitrat pada kawasan TN TBR berkisar antara 0,0768-1,2865 ppm. Nilai ini menunjukkan kadar nitrat yang merupakan hasil akhir oksi dari nitrogen pada air laut dalam perairan masih dalam batas alami. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya sumber-sumber nitrat dari daratan seperti limbah pemukiman dan pertanian yang mencemari kawasan Taka Bonerate.

g. Kadar Fosfat
Kadar fosfat pada kawasan TN TBR berada pada kisaran 0,08023-0,33450 ppm. Kadar fosfat umumnya bersumber dari penguraian bahan organic dan limbah pemukiman.kadar fosfat perairan Taka Bonerate tinggi dan berada pada tingkat kesuburan yang baik. Tingginya kandungan ini dapat bersumber limbah deterjen dari pemukiman, namun masih dapat di telorir.

h. Derajat kesamaan (PH)
Secara umum kawasan Taka Bonerate merupakan kawasan yang pertumbuhan karangnya cukup baik karena di tunjang dengan kondisi kimiyawih dari perairan, dimana pada meter kesuburan perairan seperti PH berada pada kisaran yang cukup tinggi yaitu antara 8,4-8,7. Kondisi perairan yang cukup yang cenderung basa ini dipengaruhi oleh kandungan karbonat yang cukup tinggi. Perairan Taka Bonerate yang bersifat basa menunjang pertumbuhan karang untuk terjadinya proses kalsifikasi.

B. Kondisi dan Potensi Biotik

1. Terumbu Karang
Kawasan Taka Bonerate terdiri atas 3 (tiga) kategori terumbu karang, yaitu:terumbu karang penghalang (barrier reef), terumbu karang tepi (fringing reef) dan terumbu karang cincin (atoll). Keanekaragaman jenis biota penyusun ketiga ketegori terumbu karang tersebut cukup tinggi, juga keberadaan beberapa lokasi profil terumbu karang yang sangat terjal.
Fungsi terumbu karang untuk organisme laut adalah menyediakan habitat yang stabil sebagai tempat hidup.Untuk manusia, fungsi utama terumbu karang adalah sebagai sumber makan yang penting, juga sebagai sumber obat-obatan dan sumber pendapatan. Terumbu karang juga memiliki fungsi penting sebagai pelindung garis pantai, dengan fungsi pemecah dan penghalang ombak-ombak besar yang bisa mengikis pantai. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat wisata karena memiliki pemandangan yang indah.

2.Padang Lamun
Di perairan Taka Bonerate terdapat 10 (sepuluh) species lamun yang terbesar di seluruh kawasan.cymdocea serrulata, thallsia bemprichii dan enhalus acoroides. Jenis lain yang dijumpai namun dalam skala yang kecil adalah halophyaminor, syringodium, halodhule spp.

3.Ikan.
Ikan yang terdapat di TN TBR terdiri dari dua jenis utama, yaitu ikan karang dan ikan pelagis. Kawasan TN TBR yang memiliki variasi habitat mulai dari daerah berpasir, berbagai lekuk dan celah, daerah algae dan lamun hingga laut dalam menyebabkan keanekaragaman ikan pada kawasan ini sangat tinggi. Hasil penelitian yang dilaksanakan oleh tim zonasi PSTK UNHAS (2001), mendapatkan 36 famili, 115 genus dan 362 species ikan karang. Seluruh jumlah dan species ini kemudian dibagi ke dalam 3 kelompok besar: Ikan Major sebanyak 19 famili (61 genus:176 species), ikan indikator sebanyak 5 famili (16 genus:61 species) dan ikan target sebanyak 15 famili (42 genus:125 species).

4.Ganggang Laut
Ganggang laut atau macro algae adalah tumbuhan purba yang tidak memiliki akar, daun dan batang sejati.alga sering di kelompokkan dalam tiga kelompok utama, yaitu: alga merah, alga hijau dan alga cokelat.
Hasil penelitian Tim Zonasi UNHAS (2001), menemukan 83 species dan 37 genera makroalgae yang terdiri dari 44 species alga hijau, 13 species alga cokelat dan 26 species alga merah.
Algae dominan yaitu; Dictyosphaeria cavernosa, Udotea occidentalis, Neomeris annulata, Halimeda cylinracea, H.Opuntia, H. Macroloba, H.Micronesica, Laurencia obtuse dan Lithothamnion prolifer. Namun dari 9 species yang ditemukan melimpah, yaitu: halimeda cylindracea dan Neomeris annulata.

5.Moluska
Kelompok moluska yang dominan terdapat di TN TBR.terdiri dari dua kelas, yakni gastropoda (keong-keongan) dan pelecypoda (karang-karangan). Jenis kima yang terdapat di TBR adalah lima jenis dari warga tridacna dan dua jenis dari marga Hippopus. Ketujuh species tersebut adalah: Tridacna gigas, T. Squamosa, T. Derasa, T. Crocea, T. Maxima, Hippopus dan Hippopus porcelanus. Juga terdapat klas chep alopoda seperti Nautylus sp, cumi-cumi dan gurita.

6.Biota laut lainnya
Kawasan TN TBR juga merupakan habitat bagi berbagai binatang laut lainnya, seperti: penyu, echinidermata, mamalia laut, ikan hiu, pari dan ikan-ikan pelagis lainnya.
Untuk jenis reptilian ditemukan jenis penyu (6 jenis), dan ular laut (3 jenis). Jenis penyu yang ditemukan yaitu penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing, penyu tempayan, penyu lekang dan penyu pipih.
Untuk jenis echinodermata ditemukan beberapa jenis antara lain binatang laut, lili laut, bulu babi, serta teripang. Jenis mamalia laut yang ditemukan adalah ikan paus, lumba-lumba dan ikan duyung (dugong-dugong). Jenis ikan-ikan pelagis yang terdapat di TBR adalah ikan hiu, ikan pari, cakalang, tenggiri dan tuna.

7.Flora dan Fauna Darat
Penyebaran geografis species tumbuhan yang ada pada pulau-pulau di dalam kawasan TN Taka Bonerate dapat dibedakan menjadi tiga kelompok.
Kelompok pertama adalah, species-species yang ditemukan pada seluruh pulau, species-species tersebut antara lain: Euporbia pseudochamaesyce, Ip omoea pescapreae, family Asteraceae, scaevolla taccada dan beberapa species rumput.
Kelompok kedua adalah species-species yang di temukan pada pulau-pulau yang berada pada bagian timur dan selatan kawasan. Species-species tersebut antara lain pemphis acidula, family lytraceae, tourneforti argentea dan ipoma tube.
Kelompok ketiga adalah species-species yang pola penyebarannya tidak beraturan . Beberapa species tanaman budidaya yang banyak di kembangkan oleh penduduk dan tumbuh dengan baik di semua pulau yang berpenghuni adalah pepaya, ubi jalar dan jagung. Sebagai tanaman pagar di ladang, seperti: kelor, turi dan kayu Jawa lantoro, pohon asam, labu manis dan sorgum.
Untuk jenis fauna diklasifikasikan atas fauna burung dan hewan peliharaan. Jumlah jenis burung di seluruh kawasan di temukan 33 species burung, terdiri dari 11 species burung darat, 13 species burung pantai dan 9 species burung laut. (Ahmadi S.Hut dkk)

Fadli Syarif: Butuh Perubahan Paradigma Dalam Tubuh Legislatif Selayar Tidak Jadi Calo Apalagi Jual Proyek



Varia Selayar - DPRD sebagai lembaga legislatif atau wakil rakyat khususnya di Kabupatn Selayar idealnya harus mampu mewakili rakyatnya. Akan tetapi selama ini belum ada keterwakilan masyarakat yang terlihat. Bahwa ternyata ada paradigma legislatif yang harus dirubah. Paradigma itu antara lain bahwa dalam beberapa tahun terakhir anggota dewan yang ada adalah anggota dewan yang kerja proyek atau paling tidak memfasilitasi orang untuk mendapatkan proyek. Kondisi inilah yang harus dirubah, sehingga pria bertubuh ceking ini berniat untuk mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Selayar periode 2009 - 2014. Hal tersebut diungkapkan Fadli Syarif kepada VS baru-baru ini. Menurutnya keterwakilan masyarakat harus benar-benar ada di masyarakat. Fadli Syarif yang merupakan Caleg dari Partai Demokrasi Pembaharuan ini berharap agar Pemilu Legislatif tahun 2009 mendatang harus mendudukkan calon dengan paradigma yang baru yakni tidak lagi kerja proyek dan tidak lagi menfasilitasi kontraktor untuk kerja proyek.
Partai Demokrasi Pembaharuan menargetkan dapat menperoleh satu fraksi sehingga dapat mengambil kebijakan yang rill untuk kemajuan rakyat. Selain itu juga partai ini memprogramkan penghematan anggaran. Langkah yang diambil adalah tidak ada lagi kendaraan dinas untuk anggota dewan dan fasilitas mewah lainnya, dan anggaran itu bisa dialihkan untuk sektor lain yang belum tersentuh.
Masih kata Fadli, faktor yang mendorong dirinya untuk maju dalam pentas Caleg, karena harus ada yang benar-benar mau memperjuangkan hak rakyat. Selain itu ada hal lain yang harus diperhatikan bahwa dalam beberapa kali reses yang dilakukan anggota DPRD Selayar selama ini tidak membawa hasil. Reses yang dilakukan dinilai hanya buang-buang anggaran, dan tidak lebih dari jalan-jalan keluar kota. Menurutnya DPRD boleh saja melakukan reses akan tetapi setelah kegiatan itu ada nilai lebih yang diperoleh dari daerah lain yang nantinya kemudian diterapkan di daerah kita.
Lebih lanjut Fadli menegaskan bahwa selama ini anggota DPRD yang ada tidak mencerminkan bahwa mereka adalah wakil rakyat melainkan adalah wakil yang memperjuangkan kepentingan pribadi atau golongan. (andre sunarta)

Biodata

Nama : Fadli Syarif
TTL : Bulukumba 24 Oktober 1980
Agama : Islam
Pend. Terakhir : SMU Ilham Makassar

Riwayat Pendidikan :
1992- 1993 : SD Negeri Tamalanrea
!995- 1996 : SMP Negeri 30 Makassar
1997-1998 : SMU Muhammadiyah 03 Diakui Makassar
1998- 1999 : SMU Ilham Makassar
Riwayat Organisasi:

1998 - 2000 : Sekretaris Umum Gempita Selayar, Komisariat Pelajar
1998 - 2000 : Pengurus Remaja Masjid Nurul Rahman Bumi Tamalanrea
Permai (BTP) Makasar.
: Ketua Osis SMU Muhammadiyah 03 diakui Makassar.
1995 - 1997 : Anggota Gudep Pramuka Bhayangkara
Polsekta Biringkanaya Gudep 109-110 SMP Neg 30 Mksr.
2004-2005 : Pengurus Barisan Muda Partai Amanat Nasional
(PAN ) Kabupaten Selayar.

2008 - Sekarang : Anggota Tim Sar (Rescuer Satlak Kab.Selayar)


Caleg : Partai Demokrasi Pembaharuan (NO 16).
Daerah Pemilihan (DP) Kecamatan Bontomanai

Space Iklan :

Melangkah Bersama Rakyat Mewujudkan Kecamatan Bontomanai Sebagai Bumi Pahlawan.

Empat Nelayan Sinjai Ditangkap Patroli MCS Coremap II Selayar (1 ft) Andi Mei Agung : Pelaku diduga penadah ikan hasil bom.

BENTENG, Varia Selayar Plus - Sebanyak 4 orang nelayan yang mengaku berasal dari desa Campae Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, ditangkap oleh tim patroli Monitoring Controlling Surfeilence (MCS) Coremap II Selayar. Keempat nelayan tersebut adalah Ilham (nahkoda kapal), Untang, Hamka dan Fandi. Mereka ditangkap di perairan Nambolaki sekitar pulau Bahuluang Kabupaten Selayar Senin pekan lalu (14/7) ketika sedang mengangkut sedikitnya 2 ton lebih ikan yang setelah diperiksa dan di identifikasi di duga kuat sebagai ikan hasil pengeboman. Mereka tidak disangkakan pelaku pengeboman karena tidak di temukan adanya alat atau bahan yang di gunakan untuk mengebom dan yang di temukan cuma ikan yang diduga hasil pengeboman.
“Kami dari tim MCS yang terdiri dari petugas pengawasan perikanan, polisi, dan kejaksaan seperti biasa melakukan patroli rutin. Tentunya terlebih dahulu mengumpulkan informasi dengan memanfaatkan petugas seperti dari para pengawas perikanan dan fasilitator coremap II yang ada di lapangan termasuk informasi dari masyarakat. Pagi tadi ketika patroli berada di sekitar perairan Bahuluang atau di Taka Nambolaki kami bertemu dengan kapal nelayan yang mencurigakan. Selanjutnya kami periksa dan adakan identifikasi di temukan adanya ikan sekitar 2 ton yang di duga kuat hasil pengeboman, karena ikan tersebut tulang-tulangnya banyak yang patah. Oleh karena itu kami amankan untuk selanjutnya diperiksa lebih lanjut,” ungkap Andi Mei Agung S.STPi Koordinator MCS Coremap Pase II Selayar usai menyerahkan keempat orang tersangka ke Mapolres Selayar.
Menurutnya, penangkapan ini tentunya merupakan hasil kerjasama yang baik antara tim dan para pengawas perikanan dan fasilitator yang terus memberikan informasi tentang kegiatan-kegiatan di perairan selayar. Lebih lanjut di jelaskan bahwa para tersangka ini akan diproses dan tentunya akan dituntut dengan UU Perikanan dan pidana umum. Sementara 2 ton ikan akan diserahkan kepada penyidik Polres Selayar.
Untuk kegiatan patroli sendiri, Andi Mei Agung menjelaskan, tahun ini hanya ada 7 kali jadwal patroli, Akan tetapi pihaknya tetap berusaha untuk mengumpulkan informasi dalam rangka optimalisasi pengawasan ini. Sementara untuk kendala yang dihadapi dalam melakukan patroli menurutnya tidak ada kendala yang berarti sampai saat ini. (andre sunarta)

BKPRMI Selayar Adakan Wisuda Akbar

BENTENG, Varia Selayar – Sedikitnya tercatat 171 santri dari 25 TPA di tiga kecamatan daratan Selayar di wisuda. Acara ini dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (DPD-BKPRMI). Pada kesempatan itu Bupati Selayar yang diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan Andi Mappagau, SE menyerahkan piagam kepada wisudawan wisudawati yang masuk kategori terbaik I, II dan III. Penyerahan itu disaksikan langsung oleh Ketua DPD-BKPRMI Selayar Arfianto, S.Tp
Dalam sambutannya, Arfianto mengungkapkan, pelaksanaan wisuda yang pertama kalinya diselenggarakan di ruang pola kantor Bupati Selayar ini sesuai harapan Bupati Syahrir Wahab, agar pelaksanaan wisuda dilaksanakan di tingkat kabupaten. “Acara wisuda ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi santri yang belum selesai agar lebih mengembangkan pendidikan alqur’annya,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Selayar telah membuat Perda tentang Al-Qur’an yang sudah disetujui DPRD setempat. Tujuannya adalah agar masyarakat menjadikan Al-Quran sebagai bacaan pokok-dimana masyarakat diharapkan mampu baca tulis Al-Qur’an.
Sementara itu Bupati Selayar yang diwakili Andi Mappagau dalam sambutannya mengatakan Al-Quran sudah dipandang sebagai sebuah ilmu dan pengetahuan secara nasional, dan sebagai upaya pengembangan SDM. TPA sebagai sebuah pendidikan baru adalah sebuah proses awal belajar bagaimana dapat membaca dengan benar huruf Al Quan tersebut. “Pemahaman dan pendalaman baca tulis alquran bagi santri harus ditingkatkan sekalgus menjadi tantangan bagi pengasuh tiap TPA,” kata Andi Mappagau. (supardi/imran/rizal)

Motivasi Baru Mencapai Target PBB

BENTENG, Variasi Selayar - Keterlambatan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kerap berimbas pada tidak tercapainya target yang telah ditetapkan. Hal tersebut bisa berimbas pada lambannya pembangunan yang telah direncanakan di semua sektor. Untuk meminimalisir persoalan itu, Bupati Selayar Drs. H. Syahrir Wahab, MM membuat kesepakatan dengan kepala desa dan camat se Kabupaten Selayar, agar iuran PBB ditalangi lebih dulu melalu Dana Alokasi Umum (DAU) yang di salurkan ke setiap desa. Cara tersebut sangat efektif karena bisa memberi motivasi bagi para kepala desa untuk mengoftimalkan penagihannya di masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Tata Usaha Badan Keuangan Daerah kabupaten Selayar Edy Sujarman. Steitmen itu sekaligus menepis berita yang dimuat Tabloid Varia Selayar bulan lalu dengan judul “DAU dipotong untuk PBB, sejumlah Kades mengeluh”.
Menurut Edy, apa yang disampaikan oleh Kepala Desa Kembangragi Kamri Madjid dan Kepala Desa Massungke Muh. Iskandar Ansar tidak benar. “Mungkin kedua kepala desa tersebut belum paham dengan kesepakatan yang kita tempuh,” ungkap Edy. Seyogyanga, tambah Edy, kalau ada kepala desa yang belum paham dengan pola yang ditempuh sebaiknya langsung mempertanyakan ke Badan Keuangan Daerah. “Sebaiknya kalau ada hal-hal yang belum dipahami silahkan tanya dulu ke instansi bersangkutan agar tidak terjadi miskomunikasi,” harapnya.
Untuk itu, kedepan, ia menghimbau supaya kesepakatan yang dicapai sebelumnya, agar dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga semuanya bisa berjalan sesuai harapan kita bersama. (ito)

Sabtu, 11 April 2009

Pemkab Selayar Terbitkan Berbagai Produk Hukum



Apapun yang kita lakukan selalu berkaitan dengan data penduduk. Berbicara masalah penduduk miskin, angka pengangguran selalu berhubungan dengan data penduduk. Begitu pentingnya masalah penduduk sehingga telah terbit berbagai produk hukum menyangkut masalah kependudukan. Demikian sambutan Bupati Kepulauan Selayar H. Syahrir Wahab dalan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan kependudukan dihadiri kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kab. Selayar Nur Ali SH, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kelurahan Kab. Kepulauan Selayar Patta Bone S Ip, Para Camat Se Kabupaten Kepulauan Selayar serta Para Kepala Desa dan Lurah Se Kabupaten Kepulauan Selayar bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Selayar. Senin ( 2 – 2 ) pagi.
Bupati Kepulauan Selayar H. Syahrir Wahab mengatakan dengan kelembagaan baru Dinas Kependudkan dan Catatan Sipil sebagai Dinas yang paling bertanggung jawab soal data kependudukan. kita berharap kedepan data penduduk Kabupaten Kepulauan Selayar dapat akurat. Karena dari data itu kita dapat mengambil kebijakan yang tepat. Kebijakan bisa salah kalau datanya tidak akurat. Dalam menyusun program pengentasan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran terlebih dahulu mengetahui jumlah rilnya berapa masyarakat miskin dan berapa pengangguran.
H. Syahrir Wahab mengemukakan dalam pemberian dana alokasi umum untuk tiap kabupaten kota di seluruh Indonesia ditentukan oleh beberapa faktor disamping faktor luas wilayah, jumlah pegawai juga sangat ditentukan oleh jumlah penduduknya. Jadi kita tidak menginginkan hanya gara gara data jumlah penduduk dau yang kita terima dari pusat bisa berkurang. Kalau ini sampai terjadi maka yang rugi adalah pemerintah dan masyarakat Selayar. Oleh karena itu mulai sekarang agar para camat dan kepala desa mengangkat tenaga regisrasi penduduk. Supaya data penduduk Kabupaten Kepulauan tidak salah salah lagi.
Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kepulauan Selayar Nur Ali SH dalam laporannya mengatakan dasar pelaksanaan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Admnistrasi Kependudkan, disusul Paraturan Pemerintah Nomor 37 Tentang Pelaksanaan Undang Undang serta Peraturan presiden Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Persyaratan dan Tata Cara pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Sehingga Penyelenggaraan dan Pelaksanaan Admnistrasi Kependudukan telah mempunyai landasan hukum yang kuat dan pedoman teknis yang cukup lengkap. Peserta rapat koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Kependudukan disamping diikuti para camat se Kabupaten Kepulauan Selayar juga diikuti para kepala Desa dan Lurah Se Kabupaten Kepulauan Selayar dan akan berlangsung satu hari.

PERLU DIBENTUK TIM PEMBUAT RANPERDA



Beberapa rancangan peraturan daerah yang telah lama kita kirim ke DPRD belum juga dibahas dan ditetapkan sebagai Peraturan Daerah. Padahal kita sangat memerlukannya, karena perda itu merupakan aturan yang setiap orang harus mematuhinya. Kita memahami bahwa saat ini para anggota dewan sedang sibuk melakukan sosialisiasi menghadapi pemilu 2009, Tapi ini lebih penting untuk segera ditetapkan karena menyangkut kepentingan masyarakat. Kalau perlu kita surati DPRD untuk segera dibahas dan ditetapkan. Jangan ranperda itu dibiarkan begitu saja. Bagaimana kita bisa berbuat kalau tidak didukung dengan aturan.atau Perda, Tanpa payung hukumnya kita tidak boleh melakukan pungutan atau penarikan dari masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Selayar H. Syahrir Wahab pada rapat Produk Hukum Peraturan Daerah ( Propeda ) dihadiri Asisten Tata Praja Drs. Andi Apung MM, Kepala Bagian Hukum Andi Baso SH, MH serta sejumlah undangan bertempat di Ruang Rapat Pimpinan kantor Bupati kepulauan Selayar Senin ( 2 – 2 ) siang.
Bupati Kepulauan Selayar H. Syahrir Wahab mengatakan perlu dibentuk Tim. Tim ini yang bekerja untuk menyiapkan rancangan peraturan daerah atau sekaligus Tim ini juga yang mengevaluasi Peraturan Daerah. Apakah perda ini masih layak dipertahankan atau perlu dirubah kembali sesuai dengan kondisi. Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) hanya tehnisnya saja. Tapi yang bekerja adalah Tim.
Dikatakannya Saat ini banyak peraturan daerah yang tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang Bupati mencontohkan. Mendirikan bengkel / gudang dalam kota atau menjual bahan bakar minyak ditempat yang padat perumahan. Inikan tidak boleh lagi tapi karena perdanya yang tidak ada sehingga orang semaunya saja melakukannya. Tetapi kalau sudah ada perdanya tentu sudah ada dasar untuk melarang mereka mendirikan bengkel / gudang dalam kota benteng. Yang paling mengherankan ada bengkel disamping mesjid ini kan dapat menganggu orang yang sementara beribadah. Jadi tolong ranperda tentang SIU dan Izin Gangguan untuk segera diselesaikan.
Bupati Kepulauan Selayar H. Syahrir Wahab mengemukakan Kota Benteng dalam jangka waktu dua tahun itu akan dipadati penduduk. Dan Ini akan menjadi persoalan. Seperti Kota Jakarta. Untuk itu mulai sekarang kita harus memikirkan langkah apa yang perlu ditempuh. Kita tidak melarang setiap warga negara Indonesia untuk berkunjung ke Selayar tapi yang perlu diketahui apa profesinya. Kalau tidak ada profesinya ini yang perlu kita larang. Sebab manakala pendatang itu tidak memiliki profesi tentu akan menjadi penganggur yang akhirnya dapat menambah angka kemiskinan di Kabupaten kepulauan Selayar..