Senin, 20 April 2009

DPD PKS Selayar Tuan Rumah Mukhayyam Tarbawi Terpadu se-PDD 3


MATALALANG, Varia Selayar - Pembukaan mukhayyam tarbawi terpadu se-PDD 3 (Kabupaten Selayar, .Bulukumba, dan Sinjai) berlangsung di lapangan sepakbola Matalalang Jum’at (4/7) pukul 09.30 wita. Acara ini di buka langsung oleh Ketua PDD 3 DPW PKS Sulawesi Selatan Ust. Umar Qasim, dihadiri Arfianto, ST (anggota DPRD Selayar dari PKS), Ketua DPD PKS Selayar, Adiwijaya, Ketua DPD PKS Bulukumba Zainal Abidin dan Sekretaris DPD PKS Sinjai serta deputi kepanduan DPW PKS Sulsel. Sebelum acara pembukaan dilaksanakan, diawali para peserta melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah bakti sosial yang berlangsung mulai tanggal 4 - 6 Juli pekan lalu.
Dalam sambutannya Ketua PDD 3 DPW PKS Sulsel Ust. Umar Qasim mengatakan bahwa pihaknya hadir di tempat tersebut semata-mata termotivasi semangat perjuangan dan hati yang ikhlas untuk mencari keridhaan Allah. “Kita berkumpul di bawah terik matahari karena cita-cita yang luhur. Olehnya itu kepada kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera kita akan menghadapi sebuah pertarungan yang tidak kalah penting yang juga merupakan tahapan sarana da’wah untuk PKS yaitu pemilu 2009. Saya minta agar RSP (Regu Siaga Pemilu), Brigade (Barisan Siaga Demokrasi), pada pemilu 2009 nanti harus berada di barisan terdepan untuk kemenangan PKS pada tahun 2009. Kita menyadari bahwa kita sudah bekerja selama 5 tahun, bekerja keras mensosialisasikan Partai Da’wah ini kepada masyarakat. Jadi saya minta agar jangan lengah karena kalau kita lengah perjuangan 5 tahun ini tidak ada artinya atau sia-sia. Mukhayyan tarbawih terpadu ini untuk kemengan kita pada pemilu 2009. Olehnya itu, sekali lagi saya minta agar diperhatikan petunjuk-petunjuk dan arahan dari deputi kepanduan atau instruktur dari DPW PKS Selayar,” katanya. (imran).

Salah Seorang Reporter Terbaik Radio Mapan Mandiri Meninggal Dunia

BENTENG, Varia Selayar - Radio Mapan Mandiri Selayar kembali berduka. Salah seorang reporter andalannya bernama Delfiana yang biasa disapa Mba Della meninggal dunia di RSU Selayar pada hari Kamis 3 Juli 2008 pukul 04.00 subuh.setelah melahirkan anak ketiganya akibat pendarahan
Delfiana meninggalkan 3 orang anak hasil perkawinannya dengan Muh.Alwi, seorang pengusaha. Almarhuma memulai karirnya di bidang brodcasting tahun 1995 di Radio Gema Tanadoang Selayar. Selanjutnya bergabung dengan Radio Mapan Mandiri tahun 2000 – sekarang. Radio Mapan Mandiri sejak berdiri pada tahun 2000 sudah 2 orang reporternya meninggal dunia yang pertama adalah SUEDI. Kendati sudah ditinggal 2 orang reporter terbaiknya, radio MM tetap eksis sampai sekarang.
Wakil Bupati Selayar Hj. Nur Syamsina Aroeppela dan beberapa pejabat tampak melayat di rumah duka di JL. Kihajar Dewantara Kota Benteng. Almarhumah dikebumikan di pekuburan keluarganya di Para’ kecamatan Bontomanai.

Ketua Forum Wartawan Selayar Risal Dg Sibunna yang ditemui VS di rumah duka mengatakan, Forwabes merasa kehilangan atas kepergian salah seorang pengurusnya. “Dia adalah salah seorang reporter terbaik yang dimiliki radio Mapan Mandiri. Begitupula kami di Forwabes, almarhumah adalah salah satu pengurus dan beliau begitu banyak memberikan konstribusi buat radio Mapan Mandiri dalam hal pemberitaan. Jadi saya berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan anak dan keluarga almarhumah yang ditinggalkan,” pinta Rizal.
Sementara itu rekan Almarhumah Emen mengatakan dirinya sudah bersama-sama dengan almarhuma sejak tahun 2000 di radio Mapan Mandiri. “Almarhumah tidak pernah mengeluh, apakah soal honor dan lain-lain. Dia itu punya prinsip bagaimana memajukan radio ini. Ia adalah reporter terbaik yang dimiliki Mapan Mandiri,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sejak menyiar pada tahun 2002 lalu, dirinya bersama almarhumah menghendle salah satu acara unggulan radio Mapan Mandiri yakni acara ‘Gilpia’ yang disiarkan setiap pukul 20 – 22 wita. “Kalau masih banyak fans yang belum disapa biasanya waktu siaran ditambah hingga pukul 23.00 wita.
Sejak menjadi reporter di radio MM almarhumah tidak pernah mengeluh dan protes walau terkadang harus beraktivitas hingga larut malam. “Dia betul-betul ingin memberikan hiburan dan informasi buat masyarakat Selayar,” Emen menambahkan. Dalam menjalankan profesinya, Delfiana dikenal sebagai wanita periang, pengertian dan enak diajak komunikasi. Ia adalah sosok reporter yang mau menerima saran dan kritikan dari rekan-rekannya. Ia adalah reporter yang sempurna. “Jadi saya sependapat dengan ketua Forwabes supaya anak dan keluarga beliau harus diperhatikan oleh Pemkab Selayar. Saya berharap, statusnya sebagai CPNS dinaikkan menjadi PNS sebagai bentuk penghargaan Pemkab Selayar kepada almarhumah,” tandas Emen. (imran)

FGD Bahas Tahapan Penyelenggaraan Pemilu 2009

BENTENG, Varia Selayar - Bertempat di Aula Passamaturukang Kantor KPUD Selayar baru-baru ini telah berlangsung Forum Group Discussion (FGD) atau diskusi kelompok, membahas tahapan-tahapan penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2009.
Ketua Panitia Nasaruddin Naja mengatakan FGD tersebut dimaksudkan untuk menggali gagasan-gagasan dan saran serta masukan dari peserta dalam rangka pelaksanaan tahapan Pemilu 2009 oleh KPU Kab. Selayar.
Pelaksanaan Forum Group Discussion, membahas tahapan penyelenggaraan Pemilu 2009 dibagi 2 kelompok, masing-masing kelompok diikuti sebanyak 25 orang peserta dari unsur pemerintah, Parpol, tokoh masyarakat, LSM, dan organisasi pemuda/wanita, mantan penyelenggara Pemilu tingkat Kecamatan dan desa/kelurahan serta pemilih pemula.
Kelompok pertama membahas tahapan persiapan Pemilu yang meliputi: penataan organisasi, bimbingan teknis, sosialisasi dan koordinasi penyelenggaraan Pemilu serta pengelolaan data dan informasi Pemilu. Sedangkan kelompok kedua membahas tahapan penyelenggaraan Pemilu yang meliputi : pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih, pendaftaran peserta Pemilu, penetapan pesrta Pemilu, penataan jumlah kursi dan daerah pemilihan, pencalonan anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kab/kota, masa kampanye, masa tenang, pemungutan dan perhitungan suara, penetapan hasil Pemilu dan pengucapan sumpah/janji anggota DPR, DPD dan DPRD Provinsi dan kab/kota.
Forum Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh fasilitator Rosmiati dari Lembaga Pemberdayaan Perempuan Sulawesi Selatan ini juga menghasilkan hasil sejumlah rekomendasi sebagai berikut.
- Direkomendasikan kepada Bupati Selayar untuk memberikan sanksi tegas terhadap instansi teknis dan pihak terkait apabila terjadi, tidak memenuhi target waktu dan kesalahan dalam pemuktahiran data pemilih.
- Direkomendasikan kepada KPUD Selayar untuk melakukan koordinasi dengan bupati, wakil bupati, Ketua DPRD Selayar, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.Selayar, kepala desa/kelurahan dan petugas pendata terkait pemuktahiran data pemilih sebelum difinalkan.
- Direkomendasikan kepada KPUD Selayar untuk melibatkan Partai Politik dalam melakukan sosialisasi/pengumuman daftar pemilih sementara (DPS).
-_Direkomendasikan kepada KPUD Selayar untuk melakukan sosialisasi berdasarkan cluster area dan cluster target.
- Direkomendasikan kepada Panwas dan jajarannya untuk menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal dan tidak terpengaruh dari partai politik.
Ketua KPUD Selayar Muh. Ikhsan, S.Ag, M.Ag dalam pengarahannya pada pembukaan Forum Group Discussion (FGD) tersebut mengatakan, tujuan diadakannya FGD ini adalah untuk memahami dan mengkaji permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul pada pelaksanaan tahapan-tahapan penyelenggaraan Pemilu 2009, agar nantinya siap menghadapi pemilu pada tanggal 5 April 2009 yang akan datang.
Hadir dalam acara pembukaan, selain Ketua KPUD Selayar Muh.Ikhsan, S.Ag, M.Ag, para anggota KPUD, unsur sekretariat dan fasilitator diskusi yakni Rosmiati dari Lembaga Pemberdayaan Perempuan Sulawesi Selatan. (ahmad)

Panitia Lepas Sambut anggota KPUD Selayar Terbentuk




BENTENG, Varia Selayar - Sehubungan berakhirnya masa jabatan anggota KPU Kabupaten Selayar periode 2003 - 2008 dan Pelantikan Anggota KPUD yang baru periode 2008 - 2013, telah dibentuk panitia lepas sambut berdasarkan keputusan KPU. Kab Selayar Nomor:18/SK/KPU-SLY/V/2008, tanggal 16 Mei 2008 yang didukung oleh 29 orang personil sekretariat.
Dalam rapat panitia yang berlangsung pada tanggal 31 Mei 2008 bertempat di aula Passamaturukang Kantor KPUD Selayar telah dilakukan pembagian tugas yakni penaggung jawab panitia, :Kasubag Program Hj. Andi Ros Irmas, S.Sos, mempertanggungjawabkan urusan acara, Kasubag.Umum Syamsul Rijal urusan perlengkapan, Kasubag Hukum dan Humas Nasaruddin Naja, urusan undangan dan Kasubag.Tekhnis penyelenggara, urusan konsumsi.
Selanjutnya pada rapat lanjutan tanggal 11 Juni 2008 di tempat yang sama, dan dihadiri oleh sekretaris KPU Selayar Gustian Suripatti, A.P.MMPub, selaku pengarah, para Kasubag Sekretariat KPUD selaku penanggungjawab, pegawai sekretariat selaku anggota panitia dan Drs. Said Anwar Kadir dari Sanggar Tanadoang.
Gustian Suripatty selaku pengarah mengatakan bahwa kegiatan tersebut dipersiapkan dengan baik serta pendanaannya patut dipikirkan bersama, berhubung tidak diakomodir dalam DIPA 2008.
Bupati Selayar H.Syahrir Wahab, MM saat ditemui Anggota KPUD Selayar, menyambut baik kegiatan tersebut dan memberikan fasilitas yakni pendopo rumah jabatan Bupati Selayar sebagai tempat pelaksanaan acara. Syahrir juga menyarankan bahwa dengan adanya rencana kerja Gubernur Sulawesi Selatan Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH ke Selayar, maka kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Pencanangan Gerakan Nasional Sosialisasi Penyelenggara Pemilu 2009 yang pelaksanaannya pada tanggal 4 Juni 2008. (nur yasin

Selayar Menembus Dunia Internasional di Bidang Olahraga




BONTANG, RB – Selayar adalah kabupaten kepulauan yang terpisah dari daratan Sulawesi Selatan. Untuk mencapai daerah ini, hanya bisa dengan menggunakan pesawat atau armada laut. Dengan kapal feri bisa ditempuh kurang lebih empat jam dari pelabuhan Bira, Bulukumba. Tapi dengan pesawat hanya kurang lebih 30 menit dari bandara Hasanuddin Makassar.
Keberadaan Selayar sebagai daerah kepulauan kerap muncul kesan tertinggal dan terisolir. Tapi semua itu hanya bagian dari sejarah masa lalu. Selayar saat ini sudah bisa tampil elegan dan bisa berbicara pada tataran regional, nasional, bahkan internasional.
Keberhasilan yang ditorehkan Selayar dibawa kepemimpinan Syahrir Wahab memang lebih menonjol. Beberapa sektor menunjukkan grafik meningkat. Pendapatan perkapita masyarakat Selayar dari tahun ke tahun terus bergerak naik. Kondisi itu mempengaruhi pergerakan bidang lain yang turut meningkat tajam.
Salah satunya adalah di bidang olahraga. Selayar sebenarnya, dari dulu hingga sekarang dikenal sebagai gudangnya atlet. Mulai dari cabang olahraga dayung, sepak bola, sepak takraw dan lain-lain. Tapi yang cukup menonjol adalah cabang olahraga takraw. Cabang olahraga ini sudah mampu mencatat sejarah dengan prestasi gemilang baik di tingkat kabupaten, propinsi, nasional bahkan internasional.
Atas torehan itu pula, Bupati Selayar Drs. H. Syahrir Wahab, MM memperoleh penghargaan sebagai pembin olahraga terbaik dari Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB-PSTI) yang diserahkan langsung Ketua Umumnya H. Syamsu Rijal, MM di Kantor Walikota Bontang, Kalimantan Timur baru-baru ini (4/7).
Saat menerima penghargaan, Syahrir Wahab didampingi H.M Akib Patta mantan bupati Selayar sebelum periode kepemimpinan Syahrir Wahab. Akib Patta dinilai sebagai perintis kebangkitan olahraga sepak takraw di Bumi Tana Doang. Selain Akib Patta, turut hadir Ketua PSTI Cabang Selayar Adi Ansar, S.Hut dan Sekretaris PSTI Abd. Wahab, S.Sos dan Ketua TP PKK Kabupaten Selayar Hj. Norma Syahrir Wahab.
Kurung waktu tiga tahun terakhir ini, atlet sepak takraw asal Kabupaten Kepulauan Selayar terus mengukir prestasi. Torehan itu pula yang mengangkat nama Selayar pada tataran nasional. Hebatnya lagi, sudah mampu berbicara di tingkat internasional. Prestasi yang diukir dengan tinta emas ini tidak hanya mengharumkan nama Kabupatn Selayar atau Sulawesi Selatan, tapi mengharumkan nama bangsa Indonesia dalam even yang dipertandingkan antar negara-negara Asia. Sejarah juga mencatat bahwa atlet sepak takraw asal Kabupaten Kepulauan Selayar pernah menjadi duta Indonesia dalam even Sea Games. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari polesan tangan dingin seorang Syahrir Wahab sebagai pembina yang terus memberikan perhatian besar terhadap olahraga ini.
Keberhasilan itu sekaligus mengukuhkan mantan Sekretaris Kabupaten Jeneponto menjadi satu-satunya kepala daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki perhatian besar di bidang olahraga, khususnya sepak takraw. (rsd/rizal dg.sibunna)

Menciptakan SDM Handal Harus Miliki 4 Kecerdasan



BENTENG, Varia Selayar - Penetapan standar kelulusan yang diberlakukan di jenjang pendidikan tingkat SLTP maupun tingkat SLTA tidak boleh lagi diakal-akali. Barang siapa yang mengakali berarti penghianat bangsa. Kita ingin meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Selayar. Komitmen ini harus menjadi perhatian buat kita semua. Tahun ini Selayar telah mampu menduduki rangking ke 5 tingkat Sulawesi Selatan. Suatu prestasi yang luar biasa. Hal ini tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi semua pihak termasuk orang tua siswa. Demikian sambutan bupati Selayar diwakili Asisten Tata Praja H. Saiful Arif, SH pada acara penamatan dan pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri I Benteng. Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Selayar H. Ruslan Nur, Kadis Pendidikan Selayar, Ketua Komisi B yang membidangi pendidikan Syamsul Maarif, para orang tua siswa. Acara penamatan sekaligus pelepasan siswa ini dilaksanakan di aula SMP Negeri I Benteng baru-baru ini (21/60
Saiful mengatakan, rendahnya mutu pendidikan di Sulawesi Selatan khususnya di Selayar disebabkan rendahnya minat baca. Sehingga untuk meningkatkan mutu pendidikan hanya ada satu kata kunci yaitu membaca. Walaupun Selayar jauh dari kota tapi sudah ada dua orang putra Selayar yang sudah jadi menteri (Tanri Abeng dan Mursalim). Hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi orang tua dalam mendorong anak-anaknya untuk terus belajar agar dapat menjadi anak yang berhasil.
Kepala Dinas Pendidikan Selayar Saharuddin, S.Pd, M.Pd mengatakan, mutu pendidikan di Selayar sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Keberhasilan itu berkat dukungan dari semua pihak mulai dari orang tua siswa, komite sekolah, guru serta siswa itu sendiri. Menurutnya, setelah melakukan analisa dan persentase kelulusan siswa siswi SMP mencapai 95,14 persen. Di Selayar sendiri terdapat 25 SMP tersebar di 11 kecamatan. Dan masih ada enam sekolah yang gagal lulus 100 persen. Itu berarti ada 19 sekolah yang siswa-siswinya lulus 100 persen.
Dikatakannya, kedepan, pihaknya akan menciptakan sumber daya manusia disamping memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual juga harus memiliki kecerdasan memecahkan masalah. Selama ini kita menciptakan sumber daya manusia yang memiliki tiga kecerdasan tanpa memiliki kecerdasan memecahkan masalah. Sehingga ketika siswa menghadapi persoalan, tidak ada yang mampu memecahkan permasalahan tersebut. “Oleh karena itu mulai tahun ajaran baru kita akan mengambil suatu kebijakan dengan menggabungkan keempat kecerdasan tersebut. Yang pada akhirnya setiap siswa yang menghadapi persoalan akan mampu dengan sendirinya memecahkan persoalannya sendiri,” katanya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri I Benteng Andi Ahmad, S.Pdi mengatakan untuk memajukan mutu pendidikan di Selayar khususnya SMP 1 Benteng, perlu ada komitmen dan kemauan dari kita semua. Dengan program pendidikan gratis bukan berarti orang tua siswa sudah tidak ada lagi kontribusinya. Kita tetap menginginkan agar orang tua siswa dapat lebih berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Selayar. Ia mencontohkan di Yogyakarta ada sekolah yang dana komitenya mencapai Rp 3 milyar/pertahun. “Kalau kita di Selayar, jangankan Rp 3 milyar, Rp 1 milyar saja kita sudah bisa meningkatkan mutu pendidikan,” tandas Andi Ahmad. (hms/supardi)



Penetapan Formasi PNS Daerah Masih Dilakukan Pusat

BENTENG, Varia Selayar - Bupati Selayar Drs. H. Syahrir Wahab, MM menyerahkan SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 131 orang untuk formasi tahun 2007. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis kepada tiga perwakilan masing-masing golongan III H. Dudi Hernawan, Lc, golongan II Andi Supriyanti, dan golongan I Muh. Rizal. Penyerahan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Selayar Ir. H. Zubair Suyuthi, Asisten Tata Praja H. Saiful Arif, SH, Asisten Ekbangkes Andi Mappagau, SE, serta sejumlah pimpinan SKPD bertempat di ruang pola kantor Bupati Selayar baru-baru ini (26/6).
Syahrir dalam sambutannya mengatakan, pengangkatan calon pegawai negeri sipil pada dasarnya adalah upaya yang dilakukan untuk mengisi formasi yang lowong di lingkungan organisasi pemerintahan sebagai akibat dari adanya pegawai negeri sipil yang memasuki masa pensiun dan terjadinya perubahan struktur organisasi.
Dikatakannya, kenyataan yang dihadapi oleh pemerintah daerah khususnya di kabupaten Selayar menunjukkan bahwa hingga saat ini kondisi ideal tersebut belum dapat dipenuhi karena kewenangan untuk menetapkan formasi pegawai negeri sipil daerah sesuai dengan kebutuhan riil daerah masih menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya diberikan kewenangan mengusulkan formasi kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan selanjutnya merekalah yang menentukan berapa jumlah formasi yang diberikan.
Bupati mengharapkan kepada para pimpinan SKPD yang mendapat alokasi penempatan calon pegawai negeri sipil untuk membina dan memanfaatkan potensi mereka dengan sebaik-baiknya. Hitam putih atau cemerlang suramnya karir mereka sebagai pegawai negeri sipil dimasa datang sangat tergantung dari kemampuan pimpinan yang membina dan membimbing mereka diawal perjalanan karirnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Selayar Drs. Muh. Arsyad, MM melaporkan bahwa penerimaan calon pegawai negeri sipil formasi tahun 2007 sebanyak 133 orang yang terdiri dari pelamar umum 58 orang dan tenaga honorer 75 orang. Namun yang mendapat persetujuan dari Badan Administrasi Kepegawaian Negara hanya 131 orang minus dua orang tenaga dokter.
58 orang pelamar umum terdiri dari 24 guru, 17 tenaga keperawatan dan 17 tenaga tekhnis. Sementara tenaga honorer yang diterima sebanyak 75 orang dengan rincian tenaga guru 16 orang, tenaga keperawatn 19 orang dan tenaga tekhnis 40 orang. (hms/supardi)

Ratusan Penumpang Terlantar di Pelabuhan Bira Akibat cuaca buruk dua fery rusak





PAMATATA, Varia Selayar - Cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak besar yang mencapai ketinggian hingga 4 meter mengakibatkan jalur penyebrangan Pamatata - Bira terganggu. Selain jalur penyebrangan tersebut, jalur lain yakni Bira - Sulawesi Tengah dan Bira - NTT terpaksa juga tidak dilayani. Hal tersebut diakibatkan kerusakan dua kapal fery milik PT ASDP yaitu KM. Bontoharu dan KMP. Belida. Kapal tersebut mengalami kerusakan baling-baling pada saat bongkar muat di pelabuhan Bira karena di hempas ombak besar. Satu-satunya kapal yang beroperasi adalah Sangke Pallangga yang terpaksa harus mondar mandir melayani jalur penyebrangan Pamatata - Bira dan tidak melayani jalur Bira - Sulteng dan Bira - NTT. Hingga berita ini dirilis dua kapal yang kapasitasnya lebih besar dari Sangke Pallangga masih dalam perbaikan.
Akibat keadaan ini ratusan penumpang tujuan Selayar terlantar selama 2 malam 3 hari di pelabuhan Bira di mulai sejak tanggal 8 juli 2008. Ratusan penumpang tersebut baru bisa diberangkatkan pada hari Jumat 11 juli 2008. Kendati demikian penumpang-penumpang tersebut mengaku memahami kondisi cuaca yang ada, apalagi saat harus menginap di Bira mereka mengaku difasilitasi makanan dengan kupon yang dibagikan oleh pihak ASDP. Kendati sudah terlayani belum semua penumpang bisa terangkut. Hal tersebut diakibatkan karena cuaca buruk ini juga terjadi pada saat arus penumpang liburan 2008.
Kondisi cuaca yang buruk ini diperkuat dengan pengumuman pemerintah Kabupaten Selayar tertanggal 2 Juli 2008 yang menginformasikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Wilayah IV Makassar, bahwa terjadi cuaca yang mengakibatkan gelombang laut mencapai 1,5 s/d 4 meter. Sehingga masyarakat yang melakukan pelayaran harus berhati-hati atau menunda perjalanan lautnya.
Dari pantauan DP, kondisi pelabuhan Bira dipadati oleh kendaraan truk, dan kendaraan roda empat khususnya kendaraan pribadi. Kendaraan tersebut ada yang tujuan Selayar yang masih menunggu antrian untuk bisa menyeberang. KMP Sangke Pallangga yang melayani sementara jalur tersebut, kapasitas muatnya lebih kecil dibanding dua kapal milik PT. ASDP lainnya yang sementara mengalami kerusakan. KMP. Salengke Pallangga hanya mampu memuat hingga 12 unit mobil ditambah kendaraan roda dua yang juga tidak kalah banyaknya setiap hari. Da areal parkir pelabuhan juga tampak puluhan mobil truk asal NTT yang terpaksa diturunkan sementara dipelabuhan Bira karena kapal yang mereka tumpangi yakni Sangke Pallangga harus melayani Rute Bira - Pamatata sampai KM. Bontoharu dan KMP Belida dapat kembali dioperasikan. (andre sunarta)